Minggu, 14 Juli 2013

Rental Mobil di Singkawang

Travel Sambas +628151645690, Traveling Sambas Kalimatan Barat, Wisata di Sambas, Piknik di Sambas, Tempat menarik di Sambas, Tour and Travel di Sambas Kalimatan Barat Borneo. Sewa dan Rental Mobil Selakau Singkawang.



Si Cantik di Perbatasan Sambas Indonesia dan Malaysia

Si Cantik di Perbatasan Sambas Indonesia dan Malaysia

Sambas - Temajuk, pantai memesona ini menjadi pemisah antara Indonesia dan Malaysia. Pantai Temajuk terletak di Sambas, Kalimantan Barat. Perairan ini pun menjadi pembatas yang cantik antara Indonesia dan Malaysia.

Berada dalam satu rumpun, Indonesia dan Malaysia memiliki pesona alam yang cantik. Salah satu tempat untuk melihat kecantikan kedua negara ini adalah di Kabupaten Sambas, Kalimatan Barat.

Namanya Temajuk, sebuah pantai dengan bentangan pasir putih dan air laut yang jernih. Asyiknya, pantai ini masuk ke wilayah Indonesia!

Pantai Temajuk berada di Kecamatan Paloh yang berada di wilayah Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, Indonesia, ungkap situs resmi Kabupaten Sambas.

Pantai Temajuk berbatasan langsung dengan Malaysia Timur dan Laut Natuna. Sebelum memasuki pantai, wisatawan harus melewati pintu gerbang Pantai Temajuk terlebih dahulu. Tembok putih menjadi pembuka jalan traveler menuju bibir Pantai Temajuk.

Setelah melewati kumpulan pepohonan nan rindang, deru ombak dan angin pantai menjadi penyambut yang ramah di Pantai Temajuk. Butiran pasir Temajuk yang putih membentang di sepanjang bibir pantai ini.

Selain itu, ada panorama lain yang sangat cantik saat air di lepas pantai Temajuk surut. Permukaan pantainya terlihat sangat luas. Di beberapa sudut terlihat gundukan batu kapur dengan ukuran yang lumayan besar, menjadi hiasan pantai ini.

Bersih dan masih sangat alami, begitulah keadaan Temajuk. Tak jarang, banyak peselancar datang ke pantai ini hanya untuk menaklukkan ayunan ombaknya. Apalagi kalau sudah memasuki bulan Oktober-Februari. Pada bulan-bulan tersebut, hembusan angin pantai bertiup kencang dengan ketinggian gelombang bisa mencapai lebih dari 2 meter! 

Dari atas permukaan laut, batu karang dan warna-warni biota laut lainnya bisa pelancong lihat dengan jelas. Mau lihat perbatasan Indonesia dan Malaysia yang cantik? Berlibur dan menikmati deburan ombak Temajuk menjadi pilihan destinasi yang tidak biasa untuk liburan Anda.


Sajingan Besar adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, Indonesia. Kecamatan ini sering disebut sebagai Sajingan saja, yang sebenarnya bisa membingungkan, karena di lain pihak, terdapat juga Sajingan Kecil, sebuah dusun di Semanga, yang notabene tidak terletak di kecamatan ini, melainkan di Kec. Sejangkung yang terletak di sebelah selatannya.

Ibu kota kecamatannya adalah Kaliau, yang juga merupakan nama sebuah gunung dekat kota kecamatan itu berada. Aruk, yang merupakan pemukiman Indonesia terdekat dari Sarawak, Malaysia di Kabupaten Sambas juga terdapat di kecamatan ini.

Jalur transportasi sudah cukup memadai, di mana sudah terdapat angkutan umum yang dapat digunakan masyarakat untuk bepergian ke ibukota kabupaten, walaupun dengan kondisi jalan yang masih belum begitu baik.

Dari segi telekomunikasi, agaknya masyarakat kecamatan ini,terutama di Aruk dan sekitarnya, lebih familiar dengan Hotlink yang merupakan jaringan telekomunikasi selular produk Malaysia, dikarenakan dekatnya posisi kecamatan ini dari perbatasan Malaysia. Penduduk kecamatan ini sebagian besar merupakan suku Dayak, kemudian diikuti oleh orang Melayu, dan sedikit orang Jawa.

Kekayaan Yang Terpendam Di Sambas

Kekayaan Yang Terpendam Di Sambas

Eksploitasi Sumberdaya Alam Tekanan dari luar untuk memenuhi kebutuhan hidup dewasa ini lebih intrusif lagi. Pertama-tama disebabkan tekanan ekonomis memaksa eksplorasi kekayaan sumber daya alam dengan mengonversi yang tumbuh di atas bumi misalnya, kayu hutan hujan menjadi bahan baku pada pabrik plywood serta kilang gergaji.

Hutan dan tanah dusun juga dikonversi menjadi perkebunan kelapa sawit. Kedua, kekayaan dari perut bumi, yakni mineral-mineral digali dan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat termasuk permintaan pasar dunia. Itu menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat pasca tradisional lebih diprioritaskan dibandingkan kebutuhan masyarakat pra modern. Bahan mentah sebenarnya terletak di “Lebensraum” kelompok tradisional. Sejak lama Kalimantan dilihat sebagai sumber alam yang tidak ada habis-habisnya, padahal sumber itu sebenarnya terbatas. Permintaan kayu pasar dunia masih kuat, sementara produksi kayu bulat turun karena sulit memperpanjang izin atau menebang pohon secara ilegal. Pada waktu melakukan perjalanan salah seorang penumpang yang bekerja di pabrik kayu plywood memkonfirmasikan keadaan di Kalimantan Barat bahwa keperluan bahan mentah pabrik yang memproduksi plywood kurang cukup. Untuk mengatasi masalah bahan baku di Kalimantan ada kayu bulat yang masuk dari Papua. Penebangan pohon untuk kebutuhan komersial tidak terjadi di seluruh daerah Kalimantan. 

Sejarah
eksploitasi mineral pertama yang penting mungkin adalah pertambangan dan pengolahan bijih besi yang terdapat di berbagai tempat di seluruh Borneo. Dengan diperkenalkannya keterampilan penggarapan besi dari daratan Asia diantara abad ke-5 dan ke-10 Masehi (Bellwood 1985), Sungai Apo Kayan dan Sungai Montalat di daerah hulu daerah aliran S. Barito, Sungai Mantikai yaitu anak Sungai Sambas, Sungai Tayan yaitu anak Sungai.. Kapuas di Kalimantan Barat, mempunyai endapan biji besi dan terkenal dengan peleburan dan pembuatan barang-barang dari besi.(Ave dan King 1986) Emas dan intan juga dikumpulkan sejak dahulu , diperdagangkan ke istana-istana Sultan dan kepada pedagangpedagang Hindu dan Cina. 

Menurut tradisi orang Dayak sendiri hampir tidak pernah membuat dan memakai perhiasan emas (Sellato 1989a), tetapi perdagangan emas mempengaruhi kebudayaan pulau ini. Emas telah di ekspor dari Borneo
bagian barat kira-kira sejak abad ke-13 dan menjelang akhir abad ke -17 pedagang-pedagang Cina telah mengumpulkan muatan-muatan emas di Sambas (Hamilton 1930). Penambangan emas secara komersial pertama di Kalimantan di lakukan oleh masyarakat Tionghoa. Dalam keramaian mencari emas pada akhir abad ke-18 dan awal abad ke-19, ladang emas terkaya dan termudah dicapai dikerjakan dahulu, tambang emas terbesar berada di Sambas dan Pontianak di sekitar Mandor. Masyarakat Tionghoa kemudian berpindah ke arah barat di wilayah Landak, pungguh daerah aliran Sungai Kapuas, dan setelah cadangan emas habis mereka mulai membuka tambang-tambang yang sangat kecil di daerah pedalaman. Menjelang pertengahan abad ke-19, industri pertambangan emas di Kalimatan menurun dengan cepat tetapi meninggalkan dampak jangka panjang bagi lingkungan dan kebudayaan Sekarang ini Kalimantan telah
terbagi-bagi dalam konsesi-konsesi pertambangan emas. Di Sambas Kalimantan Barat di kaki Pegunungan Schwaner.


Jeruk,wisata pantai,dan kekayaan alam di Kabupaten Sambas

Jeruk,wisata pantai,dan kekayaan alam di Kabupaten Sambas

Kabupaten Sambas sesungguhnya memiliki banyak sekali kekayaan alam yang bernilai tinggi mulai dari keindahan pantai,kekayaan laut,kesuburan tanah
,kekayaan mineral hingga hasil perkebunan seperti karet,lada,kakao,padi,dan tentunya Jeruk Sambas yang sudah melegenda dan terkenal bukan saja di Indonesia tetapi sudah sampai ke manca negara. Perkembangan luas areal perkebunan jeruk milik petani di Sambas memang selalu menunjukkan adanya peningkatan namun hasil yang diperoleh belum mampu meningkatkan kesejahteraan petaninya. Pada tahun 2001 sampai dengan tahun 2005 dalam kurun waktu lima tahun tersebut nama besar jeruk Sambas memang pernah terangkat kembali ke permukaan setelah sekian lama terkubur melalui kehadiran sebuah perusahaan perkebunan jeruk yang bermitra dengan masyarakat sebagai petani plasma yang berlokasi di desa Seberkat Kecamatan Tebas dan pada saat itu nama Kabupaten Sambas juga ikut terkenal. Sangat disayangkan walaupun pada akhirnya perusahaan ini tidak mampu bertahan lama sebagai akibat tingginya biaya perawatan tanaman namun tidak didukung dengan harga jual jeruk yang baik.

Seperti mengulang kembali kejayaannya untuk harga jeruk grade AB saja pada tahun 2003 pernah mencapai Rp.7.500,-/kilogram. Dapat dibayangkan jika keadaan tersebut berlangsung hingga sekarang tentu akan mampu meningkatkan kesejahteraan petani. Harga tertinggi jeruk grade AB sekarang ini hanya berkisar Rp.3.300,- sampai Rp.3.500,-/kilogram. Dengan keadaan seperti ini tidak mungkin mengharapkan peningkatan kesejahteraan petani jeruk karena untuk keperluan membeli pupuk dan obat-obatan sudah tidak mencukupi. Pemkab Sambas bersama pemerintahan pusat perlu mencarikan jalan keluar dari permasalahan yang dihadapi petani karena agar terhindar dari pengaruh ACFTA yang sudah mulai diberlakukan dan seperti yang diketahui bahwa China memiliki produk jeruk unggulan yang pada musim-musim tertentu menyerbu pasar buah di tanah air termasuk Kalbar dan jeruk Sambas tidak mungkin mampu bersaing jika belum ada perbaikan dan perhatian yang serius dari pemerintah dan bagaimana caranya tentu pemerintah yang lebih tahu.

Pantai di Sambas tidak jauh berbeda dengan pantai yang ada di Singkawang,Bengkayang,serta Kabupaten Pontianak. Bagi masyarPantai Paloh - eNews akat di luar Kabupaten Sambas seperti Pontianak tentu kurang mengenal dan bahkan ada yang tidak mengenal sama sekali daerah Sambas. Pantai yang sudah dikenal oleh masyarakat luas adalah pantai Tanjung Batu yang terletak di kota Pemangkat kabupaten Sambas dengan lama perjalanan lebih kurang 1 jam dari kota Singkawang. Sedangkan pantai lainnya yang tak kalah menarik ada di kecamatan Jawai,Tanah Hitam,dan Paloh.

Pantai Jawai serta Tanah Hitam menawarkan batu-batu besar di pantai dengan hamparan pasir putih serta yang paling menarik adalah cap kaki manusia di atas batu besar yang hingga hari ini masih dapat disaksikan. Pantai di daerah Paloh lebih mirip dengan Pasir Panjang yang ada di Singkawang karena memiliki garis pantai berpasir yang cukup panjang.

Paloh sendiri dengan desa-desa lain yang ada di sekitarnya berbatasan langsung dengan Malaysia dan di hadapannya terbentang Laut Natuna yang menyimpan kekayaan gas alam, namun hingga sekarang masih belum tereksplorasi walaupun pada tahun 2009 yang lalu pihak Petronas dari Malaysia sudah berkunjung dan bertemu langsung dengan Bupati Sambas guna membicarakan dan membahas peluang kerjasama investasi di bidang migas yang ada di Kabupaten Sambas.

Jeruk,kekayaan alam,wisata pantai dan berbagai keunggulan lainnya yang dimiliki kabupaten Sambas memerlukan tata kelola yang serius dari pemkab untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya serta menyambut dibukanya Pos Lintas Batas di Aruk kecamatan Sajingan.
Potret-Negeriku/Teropong-Daerah/Kalimantan-Barat/Tempat-Menarik/Sambas

melancong ke tempat menarik Danau Sebedang di Sambas

melancong ke tempat menarik Danau Sebedang di Sambas

Konon, danau yang menjadi sumber air bersih bagi penduduk beberapa kecamatan di Sambas dan juga menyimpan berbagai kekayaaan ekosistem ini, dulunya adalah tempat peristirahatan favorit para sultan Sambas beserta keluarganya.

Luas danau ini mencapai 1 km2, dikeliling oleh perbukitan yang memiliki ketinggian sekitar 200 meter di atas permukaan laut. Letaknya di Desa Sebedang, Kecamatan Sambas, Kabupaten Sambas, Kalbar. Atau tepatnya sekitar 202 kilometer dari Kota Pontianak dengan transportasi darat.
tempat menarik di Sambas Borneo Kalimatan Barat.