Minggu, 14 Juli 2013

Jeruk,wisata pantai,dan kekayaan alam di Kabupaten Sambas

Jeruk,wisata pantai,dan kekayaan alam di Kabupaten Sambas

Kabupaten Sambas sesungguhnya memiliki banyak sekali kekayaan alam yang bernilai tinggi mulai dari keindahan pantai,kekayaan laut,kesuburan tanah
,kekayaan mineral hingga hasil perkebunan seperti karet,lada,kakao,padi,dan tentunya Jeruk Sambas yang sudah melegenda dan terkenal bukan saja di Indonesia tetapi sudah sampai ke manca negara. Perkembangan luas areal perkebunan jeruk milik petani di Sambas memang selalu menunjukkan adanya peningkatan namun hasil yang diperoleh belum mampu meningkatkan kesejahteraan petaninya. Pada tahun 2001 sampai dengan tahun 2005 dalam kurun waktu lima tahun tersebut nama besar jeruk Sambas memang pernah terangkat kembali ke permukaan setelah sekian lama terkubur melalui kehadiran sebuah perusahaan perkebunan jeruk yang bermitra dengan masyarakat sebagai petani plasma yang berlokasi di desa Seberkat Kecamatan Tebas dan pada saat itu nama Kabupaten Sambas juga ikut terkenal. Sangat disayangkan walaupun pada akhirnya perusahaan ini tidak mampu bertahan lama sebagai akibat tingginya biaya perawatan tanaman namun tidak didukung dengan harga jual jeruk yang baik.

Seperti mengulang kembali kejayaannya untuk harga jeruk grade AB saja pada tahun 2003 pernah mencapai Rp.7.500,-/kilogram. Dapat dibayangkan jika keadaan tersebut berlangsung hingga sekarang tentu akan mampu meningkatkan kesejahteraan petani. Harga tertinggi jeruk grade AB sekarang ini hanya berkisar Rp.3.300,- sampai Rp.3.500,-/kilogram. Dengan keadaan seperti ini tidak mungkin mengharapkan peningkatan kesejahteraan petani jeruk karena untuk keperluan membeli pupuk dan obat-obatan sudah tidak mencukupi. Pemkab Sambas bersama pemerintahan pusat perlu mencarikan jalan keluar dari permasalahan yang dihadapi petani karena agar terhindar dari pengaruh ACFTA yang sudah mulai diberlakukan dan seperti yang diketahui bahwa China memiliki produk jeruk unggulan yang pada musim-musim tertentu menyerbu pasar buah di tanah air termasuk Kalbar dan jeruk Sambas tidak mungkin mampu bersaing jika belum ada perbaikan dan perhatian yang serius dari pemerintah dan bagaimana caranya tentu pemerintah yang lebih tahu.

Pantai di Sambas tidak jauh berbeda dengan pantai yang ada di Singkawang,Bengkayang,serta Kabupaten Pontianak. Bagi masyarPantai Paloh - eNews akat di luar Kabupaten Sambas seperti Pontianak tentu kurang mengenal dan bahkan ada yang tidak mengenal sama sekali daerah Sambas. Pantai yang sudah dikenal oleh masyarakat luas adalah pantai Tanjung Batu yang terletak di kota Pemangkat kabupaten Sambas dengan lama perjalanan lebih kurang 1 jam dari kota Singkawang. Sedangkan pantai lainnya yang tak kalah menarik ada di kecamatan Jawai,Tanah Hitam,dan Paloh.

Pantai Jawai serta Tanah Hitam menawarkan batu-batu besar di pantai dengan hamparan pasir putih serta yang paling menarik adalah cap kaki manusia di atas batu besar yang hingga hari ini masih dapat disaksikan. Pantai di daerah Paloh lebih mirip dengan Pasir Panjang yang ada di Singkawang karena memiliki garis pantai berpasir yang cukup panjang.

Paloh sendiri dengan desa-desa lain yang ada di sekitarnya berbatasan langsung dengan Malaysia dan di hadapannya terbentang Laut Natuna yang menyimpan kekayaan gas alam, namun hingga sekarang masih belum tereksplorasi walaupun pada tahun 2009 yang lalu pihak Petronas dari Malaysia sudah berkunjung dan bertemu langsung dengan Bupati Sambas guna membicarakan dan membahas peluang kerjasama investasi di bidang migas yang ada di Kabupaten Sambas.

Jeruk,kekayaan alam,wisata pantai dan berbagai keunggulan lainnya yang dimiliki kabupaten Sambas memerlukan tata kelola yang serius dari pemkab untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya serta menyambut dibukanya Pos Lintas Batas di Aruk kecamatan Sajingan.
Potret-Negeriku/Teropong-Daerah/Kalimantan-Barat/Tempat-Menarik/Sambas

Tidak ada komentar:

Posting Komentar