Sabtu, 04 Juli 2015

Belajar Dari Kisah Perjuangan Siti Hajar (Istri Nabi Ibrahim A.S)

Asal Air Zam Zam

Siti Hajar adalah isteri kedua Nabi Ibrahim. Kisahnya disebut dalam al-Quran walaupun namanya tidak disebut. Selain dalam Islam, kisah beliau juga disebut dalam tradisi agama Yahudi dan Kristian.

Air yang paling baik di muka bumi ini adalah air zam zam. Selain bersih, air zam zam juga mengandung banyak khasiat yang sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Berjuta juta jamaah haji setiap tahunnya mengambil air dari sumur zam zam, namun sumur tersebut tak pernah kering, konon menurut kisahnya, air zam zam tersebut dipakai untuk mensucikan hari Rosulullah sebelum menjalani Isra’ Mi’raj.

Air Zam-Zam sendiri sejarahnya berawal dari kisah perjuangan Siti Hajar (Isteri Nabi Ibrahim A.S) mencari air untuk minum bayinya Ismail (Nabi Ismail) di padang antara bukit Shafa dan bukit Marwah. Setelah bolak-balik tujuh kali antara Shafa dan Marwah ternyata air ditemukan di bawah tendangan tumit kaki Ismail. Pengambilan nama Zam-Zam berasal dari teriakan Siti Hajar yang kaget dan berseru “zummi, zummi” [berkumpullah, berkumpullah], maka dikenalah dengan nama air zam-zam.

Berikut adalah 7 Fakta mengenai air zam zam :

  1. Air zam zam disebut sebut mempunyai kandungan mineral kalsium, magnesium dan fluorida yang cukup tinggi.
  2. Sumur zam zam berada dalam wadi Ibrahim yang mengalir melalui kota suci Makkah Al Mukarromah.
  3. Sumur zam zam kini berada dalam ruang bawah tanah, dilindungi oleh panel panel kaca sehingga sumur bisa terlihat dengan jelas akan tetapi ruangan tersebut tidak terbuka untuk umum.
  4. Sumur zam zam digali secara manual, dalamnya 30,5 m. diameter bagian dalamnya antara 1,08 hingga 2,66 m.
  5. Penyedotan air zam zam kini menggunakan pompa listrik
  6. Sebelum didistribusikan pada konsumen dan dibawa ke Madinah, air zam zam disaring beberapa kali. Penyaringan pertama menggunakan penyaringan pasir, penyaring mikro dan pemusnahan kuman dengan ultra violet.
  7. Untuk menjamin kualitas dan ketersediaan air zam zam, pemerintah Arab Saudi mendirikan Zam Zam Studies and Research Center.

Selama ribuan tahun bahkan lebih dari 4.000 tahun, sumur air Zam-Zam telah diminum sekian ratus juta manusia dan ribuan hewan, namun tak pernah kering. Padahal air Zam-Zam gratis dapat diminum sepuasnya dengan sarana dan instalasi air Zam-Zam yang menyebar ke seluruh penjuru Mekah, tetap mengucur deras tak berhenti. Air zam-zam merupakan Suatu keajaiban dan berkah bagi para jamaah haji dan umrah yang berkunjung ke baitullah (rumah Allah).

Peristiwa Siti Hajar mencari air merupakan jejak sejarah yang dibicarakan berulang-ulang setiap tahun. Jejak peristiwa tersebut merupakan salah satu rukun dalam ibadah haji, yaitu sai. Sai, selain ibadah yang merupakan napak tilas dari peristiwa Siti Hajar tersebut, juga mengandung ibrah (pelajaran) dan bahan renungan mengenai pengorbanan, perjuangan, dan kesabaran seorang istri sekaligus seorang ibu yang ditinggalkan suaminya di tempat yang “seram”, hanya tinggal berdua dengan Ismail yang masih kecil. Kesabaran yang didasari keimanan menjadikan Siti Hajar berada dalam derajat yang tinggi, khususnya di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala .

Demikianlah selintas napak tilas peristiwa Siti Hajar tersebut yang berkaitan dengan kesabaran. Adapun mengenai kesabaran, Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menyebutkan kata sabar di sembilan puluh tempat dalam Al-Quran, juga ditambah dengan keterangan tentang berbagai kebaikan dan derajat yang tinggi buah dari kesabaran.

Allah Subhanahu wa Ta’ala .berfirman, “Dan sesungguhnya, Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. An-Nahl : 96).

“Sesungguhnya, hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (QS. Az-Zumar : 10)

Tidak ada suatu amal yang dekat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala,melainkan pahalanya diukur dan ditimbang dari kesabaran. Allah telah memberikan janji kepada orang yang sabar, yaitu akan diberi petunjuk dan karunia-Nya. Berkaitan dengan hal itu, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
“Mereka itulah yang mendapat keberkahan yang sempurna dan rahmat dari Rabb-nya dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. Al-Baqarah : 157)


Ayat-ayat yang senada dengan ini banyak sekali, demikian pula di dalam hadist. Di antara hadist tersebut, yaitu yang artinya, “Tidaklah seseorang diberi karunia yang lebih baik dan lebih luas, selain dari kesabaran.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Kesabaran merupakan spesifikasi yang dimiliki manusia. Kesabaran tidak digambarkan pada binatang dengan berbagai kekurangan dan dominasi nafsunya. Kesabaran juga tidak digambarkan pada malaikat karena malaikat diberi sifat ketaatan atas perintah Allah dan tanpa diberi nafsu untuk pembangkangan.

Adapun ciri sabar dapat dilihat dari sikap seseorang ketika awal terjadinya suatu musibah, masalah, atau cobaan lainnya. Hal itu didasarkan yaitu :

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda yang artinya,
“Sabar itu hanya pada goncangan yang pertama.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Ciri sabar yang lainnya ialah seseorang yang dapat menenangkan anggota tubuh dan lidahnya ketika tertimpa musibah, masalah ataupun cobaan lainnya juga. Sebagian orang bijak berkata,
“Hai yang terguncang, engkau tidak bisa mengembalikan apa yang sudah lepas dari tangan. Namun, ringankanlah rasa kecewamu.”

Mudah-mudahan napak tilas tentang Peristiwa Siti Hajar , bisa menjadi dorongan bagi saudariku muslimah terlebih seorang istri atau siapa saja dalam menerima ketentuan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk bersabar, tetap ikhtiar, dan tawakal. Hal itu terutama dalam keadaan yang serba kekurangan di tengah-tengah derasnya terpaan materealistis yang selalu menggoda untuk mengambil “jalan pintas” dan menghalalkan berbagai cara.


Walhamdulillah Rabbil’alamin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar